Sabtu, 28 Maret 2009
Review Mixcraft 3, Garage band nya PC..
Nah para pembuat software pun berlomba2 untuk membuat Garageband nya versi PC,mungkin saat ini sudah banyak di luar sana software yg setara dengan garageband,nah salah satunya adalah Mixcraft 3 software yang akan saya review (hasil review akan di demokan hanya berupa hasil contoh lagunya dengan format video karena blog ini tidak mensupport upload audio,dan tdk dengan penjelasan2 nyang jelimet) tinggal anda yang menilai bagaimana...
direkomendasikan untuk memakai headphone agar kualitas dan detail musik lebih terdengar (juga biar tetangga enggak marah2..maklum kualitas vocal nya rada amburadul ..^_^ ).
song title : Aku Pulang (Mixcracft 3 demo)
song&lyrics by : Hary witanto
music created by : Mixcraft 3
Sabtu, 21 Maret 2009
Robot
Background song : Curve by John Petrucci
Minggu, 02 November 2008
Gangguan Sinyal KRL

Perjalanan panjang menuju rumah ku di bojong gede menggunakan krl ekonomi kemarin malam sungguh panjang dan melelahkan,sebagai warga baru di kabupaten bogor dan sekaligus member baru krl ekonomi jakarta-bogor melihat fenomena ini sebagai semrawutnya sarana transportasi perkereta apian di indonesia. Gangguan sinyal yang sering terjadi di jalur ini mengakibatkan jadwal kereta sering terlambat bahkan sampai terjadi kelumpuhan perjalanan yang mengakibatkan pembludakan penumpang yang melebihi batas kuota setiap gerbong,belum kejadian seperti seseorang yang tersengat oleh listrik ketika mereka menaiki atap gerbong krl yang hampir dipastikan orang itu mempunyai kesempatan hidup yang 10% jika tersengat aliran listrik diatas gerbong krl yang mempunyai voltase ribuan volt. Bayangkan berapa kerugian yang harus diderita para pengguna krl ini,ketika gangguan seperti ini sering terjadi bahkan teramat sering hingga salah satu penggunna setia krl jurusan kota-depok mengatakan “ini sudah makanan kita sehari-hari” yang berarti mereka seperti sudah terbiasa akan hal ini...anda bisa membayangkan? Lalu bagaimana tanggapan PT.KAI sendiri menghadapi hal ini?apakah mereka perduli?apakah mereka pernah meminta maaf atas kejadian yang sering timbul akibat keterlambatan jadwal? Organisasi para pengguna krl seperti KRL-Mania pun telah memberikan berbagai masukan untuk memperbaiki sistim perkeretaan ini.namun PT.KAI pun sibuk dengan pekerjaan mereka sendiri. Jika menengok sistim perkereta apian di negeri Jepang (tengok tulisan saya sebelumnya-Kereta di Jepang),permasalahan seperti ini jarang sekali terjadi dan jika pun terjadi mereka telah mampu mengatasinya secepat mungkin,karena di sana jika terjadi keterlambatan maka penumpang yang terlambat ke kantor,sekolah ataupun keperluan lainnya yang mengalami kerugian akibat keterlambatan ini bisa memnuntut perusahaan perkereta apian tersebut,dan jika terbukti bersalah oleh pengadilan mereka harus membayar ganti rugi kepada para penumpang yang mengalami keterlambatan. Hampir bisa dipastikan bahwa para pengguna krl jabotabek pernah merasakan perihal gangguan sinyal ataupun keterlambatan yang tanpa alasan yang jelas asal muasal nya,namun mereka tetap setia menaiki krl ini dan rela berdesak-desakan ke tempat meraka bekerja atau saat mereka pulang karena mereka tidak mempunyai alternative transportasi yang murah dan terjangkau,dan PT KAI pun tetap setia dengan pelayanan yang seolah-olah tak ada perubahan dari jaman ke jaman.
Selasa, 28 Oktober 2008
Gagap Teknologi
Jika Anda merasa gaptek soal komputer, jangan kuatir. Bukan Anda saja yang merasa demikian. Jim Cartlon, seorang jurnalis Wall Street Journal, baru-baru ini mengumpulkan keluhan dari para konsumen komputer Amerika. Dan ternyata keluhan mereka jauh lebih “idiot” daripada yang kita kira. Berikut petikan keluhan2 konsumen yang super konyol & “super moron” itu :
- Compaq pernah mempertimbangkan untuk mengubah perintah “Press ANY Key” menjadi “Press ENTER Key” dikarenakan banyaknya telefon yang menanyakan letak tombol “ANY” di keyboard.
- AST Technical Support menerima laporan konsumen karena kesulitan menggunakan mouse. Saat Techinal Support berkunjung, mereka menemukan mouse tersebut tidak bisa digunakan… karena masih terbungkus rapi di dalam plastiknya. Penggunanya (seorang wanita) punya phobia (ketakutan) pada mouse (tikus) sehingga tidak berani mengeluarkannya dari dalam plastik.
- Di tahun 1980-an, ketika disket masih berukuran besar, Teknisi Compaq pernah menerima keluhan seorang konsumen yang disketnya tidak terbaca oleh drive-disk komputer. Setelah diselidiki, ternyata konsumen itu sebelumnya memasukkan disket ke dalam mesin tik dan mengetikkan label yang tertempel di disket itu.
- Sebuah keluhan lain dari konsumen AST yang mengatakan disket mereka terkena virus yang sulit dibersihkan. Petugas AST meminta orang itu mengirimkan kopi disket yang terinfeksi itu untuk dipelajari. Beberapa hari kemudian, petugas AST menerima foto kopi disket dari konsumen tersebut.
- Seorang konsumen DELL mengeluhkan kalau dia tidak dapat mengirimkan fax via komputer. Setelah diarahkan selama 40 menit lewat telepon, petugas DELL menemukan kalau konsumen itu mencoba mengefax via komputer dengan cara menempelkan kertas yang akan di fax di depan monitor.
- Seorang konsumen DELL lain mengeluh karena keyboard yang digunakannya sudah tidak bisa berfungsi sejak dibersihkan. Ketika ditanya caranya membersihkan keyboard, dia menjelaskan, “Saya mencuci dan menggosok semua bagian keyboard dengan sabun, lalu membilasnya dengan air, dan menjemurnya. ”
- Seorang konsumen DELL marah besar karena tidak bisa menyalakan komputer yang baru dibelinya. “Semua sudah terpasang dengan baik. Tapi setiap kali saya tekan pedal kaki , tidak terjadi apa-apa.” Setelah diselidiki ternyata “pedal kaki” yang dimaksud orang itu adalah : mouse.
- Seorang lagi konsumen DELL marah besar karena komputer barunya tidak nyala. Dia menjelaskan semua sudah terpasang dengan benar, dan ketika dia menunggu selama 20 menit, tidak terjadi apa-apa pada komputernya. Ketika teknisi DELL menanyakan apakah “power switch” sudah dinyalakan, dia balik bertanya, “Power switch apa?”
- Berikut adalah tanya-jawab antara petugas Novell NetWire dengan seorang konsumen :
Penelepon : Hallo, dengan Tech Support?
Novell : Ya, bisa dibantu?
Penelepon : Tatakan gelas di PC saya patah. Apa mungkin saya bisa menggantinya?
Novell : Tatakan gelas ? Apakah itu hadiah saat Anda membeli komputer?
Penelepon : Tidak. Tatakan gelas ini sudah ada di komputer saya. Dan ketika saya meletakkan gelas saya di atasnya, tatakan itu patah. Yang saya ketahui, di bagian depan tatakan itu ada tulisan “CD-ROM, 16X”.
(Saat itu juga, petugas Novell langsung mematikan telepon dan tertawa terpingkal-pingkal…)
Kamis, 18 September 2008
Sony Walkman Pemutar Musik Portable

diterjemahkan dari inventors.about.com
Rabu, 17 September 2008
Brain Virus pertama di dunia

Inkarnasi pertama virus ini muncul pada Januari 1986, disebut-sebut sebagai virus pertama untuk PC yang pernah dibuat. Virus ini menginfeksi boot sector media penyimpanan data dengan format DOS File Allocation Table (FAT). (c)Brain juga dikenal dengan sebutan virus Lahore, Pakistani, Pakistani Brain, Brain-A dan UIUC. Majalah Businessweek pada waktu itu menyebutnya Pakistani Flu.
(c)Brain dibuat oleh programmer berumur 19 tahun Basit Farooq Alvi dan saudaranya Amjad Farooq Alvi, yang tinggal di Chahmiran, Lahore, Pakistan. Kakak beradik ini mengaku pada majalah Time bahwa mereka membuat virus ini untuk melindungi software pengobatan karya mereka dari pembajakan. Virus ini bahkan melengkapi diri dengan alamat dua bersaudara ini berikut tiga nomor telepon yang bisa dihubungi, tak ketinggalan sebuah pesan yang menyebutkan bahwa jika komputer user terinfeksi maka dianjurkan menghubungi mereka untuk vaksinasi.
Ketika mereka mulai mendapatkan ribuan telepon dari orang-orang berbagai penjuru Amerika Serikat, Inggris, dan lainnya,yang meminta vaksinasi untuk komputer mereka, kakak-beradik ini terperangah dan berusaha menjelaskan bahwa motivasi mereka bukanlah untuk kejahatan.
Mereka akhirnya memotong kabel telepon dan menyesal telah membeberkan nomor telepon mereka sejak awal.
Kevin Mitnick Legenda Hacker part 3
Sebagai buronan Mitnick berusahan sebisa mungkin untuk tidak tertangkap. Ia sering berpindah-pindah tempat tinggal dan selalu menanggalkan berbagai kebiasaan. Berbagai cara ia lakukan agar tidak terlacak oleh pengejarnya. Namun ia tidak bisa meninggalkan hobinya mengoprek komputer dan jaringan Internetnya. Bahkan beberapa keahliannya konon digunakan untuk mendapatkan identitas baru.
Legenda Mitnick selama buron dalam kurang lebih dua tahun, semakin menjadi-jadi ia menjelama sebagai 'Ninja Cyber' yang konon bisa membobol komputer Pentagon hanya dengan remote televisi, sebuah rumor yang melebihi cerita fiksi apapun.
Mengapa Mitnick, seorang buron dalam kasus pembobolan komputer, bisa menjadi penjahat yang paling dicari? Ini tak lepas dari peran media massa. Secara khusus adalah serangkaian artikel sensasional dari John Markoff yang dimuat di New York Times.
Markoff mengutuk Mitnick bagaikan seorang teroris. Dalam sebuah pernyataan setelah lama dibebaskan, Mitnick menyebut citra dirinya yang ditampilkan Markoff bagaikan seoarang teroris yang berusaha mengendalikan nuklir dunia. "saya seakan-akan seorang Osama bin Mitnic," ujarnya bercanda.
Markoff menggambarkan Mitnick sebagai seorang yang mematikan, tak bisa dihentikan dan layak menjadi buronan sepuluh besar FBI maupun penegak hukum lainnya. Artikel Mafkoff, yang kadang muncul di halaman depan, menjadikan Mitnick kandidat terkuat proyek percontohan atas kejahatan cyber. Maka masa depan Mitnick dalam penjara boleh dibilang sudah dituliskan saati itu juga.
Selama menjadi buron Mitnick juga terus menjalankan aksinya. Ia membobol berbagai komputer perusahaan besar. Termasuk Sun Microsystem. Ia menggunakan, dan maksutnya disini adalah membobol rekening seorang pada layanan penyimpanan online untuk menyimpan backup dari hasil aksinya. Sebenarnya Mitnick tidak bekerja sendirian namun saat tertangkap ia tak pernah mengungkapkan siapa saja rekannya.
Salah satu korban Mitnick adalah T. Shimomura, seorang ahli komputer yang dalam beberapa tulisan di Internet diragukan kebersihannya. Ada dugaan bahwa Shimomura juga seorang hacker yang kerap melakukan perbuatan ilegal. Satu hal yang banyak disetujui adalah Shimomura memiliki sikap yang arogan dan nampaknya ingin muncul sebagai pahlawan dalam kisah perburuan Mintick.
Shimomura, Markoff dan FBI bahu membahu untuk menangkap sang buronan. Panduan dari berita sensasionalnya Mafkoff, kemampuannya hacking Shimomura dan kekuatan hukum FBI pada akhirnya melacak kediaman Mitnick.
Seperti biasanya kisah tertangkapnya seoarang buron, Mitnick melakukan ketledoran. Layanan penyimpanan yang ia gunakan rupanya memiliki program otomatis untuk mencek isi file yang disimpan. Pemilik rekening yang digunakan Mitnick mendapatkan peringatan dari sistem mengenai kapasitas berlebih. Ini adalah awal tertangkapnya Mitnick.
Mitnick mengakui bahwa dirinya ceroboh karena tidak menduga bahwa FBI, Shimomura, Markoff, dan penyedia layanan telepon selular melakukan kerja sama yang begitu erat dan terpadu.
"Operator seluler melakukan pencarian dalam database penagihan mereka terhadap dial-up ke layanan Internet Netcom POP. Ini, seperti bisa diduga, membuat mereka bisa mengidentifikasi area panggilan dan nomor MIN (mobile identification number) yang saya gunakan saat itu. Karena saya kerap berganti nomor, mereka mengawasi panggilan data apapun yang terjadi di lokasi tersebut. Lalu, dengan alat Cellscope 2000 Shimomura, melacak sinyal telepon saya hingga ke lokasi yang tepat,"Mitnick menuturkan.
Dua minggu sebelum tertangkapnya Mitnick baru pindah ke Raleigh. Lokasi baru membuat kurang waspada dan ia lupa melacak jalur dial-up yang digunakannnya. Beberapa jam sebelum tertangkapnya Mitnick baru ada sesuatu yang terjadi, pelacakan dan pengawasan sedang dilakukan terhadap jalur yang ia gunakan. Saat ia sedang berusaha melacak sejauh mana pengawasan telah dilakukan hingga siapa dilbalik pelacakan tersebut, ia mendengar ketukan pintu. Mitnick membuka pintu dan berhadapan dengan lusinan U.S Marshall dan FBI.
Kevin Mitnick Legenda Hacker part 2
Di penjara Mitnick mendapatkan pengalaman yang buruk. Pada saat itu legenda Kevin Mitnick atau yang lebih dikenal juga dengan nama samaran 'the condor', sudah semakin membesar. Reputasinya sebagai seorang
penjahat komputer juga semakin membumbung melebihi kenyataan. Sipir di Lompoc, penjara tempat Mitnick berada, mengira Mitnick bisa menyusup kedalam komputer hanya dengan berbekal suara dan telepon. Walhasil
Mitnick bukan hanya tidak boleh menggunakan telepon, ia juga menghabiskan waktu berbulan bulan dalam ruang isolasi. Tak heran jika kemudian ia dikabarkan mengalami sedikit gangguan jiwa saat menjalani hukuman di Lompoc.
Tahun 1989 Mitnick dilepaskan dari penjara. Ia berusaha mencari pekerjaan yang resmi, namun statusnya sebagai mantan narapidana membuat Mitnick sulit mempertahankan pekerjaan. Akhirnya ia bekerja sebagai
pendulang informasi untuk kantor penyelidik kantor swasta. Tentunya ini menyeret Mitnick kembali kepada dalam dunia yang abu-abu dan hitam. Pada awal 1990-an, Mitnickpun dicari lagi oleh FBI. Kali ini takut akan masuk ruang isolasi selama bertahun-tahun, Mitnick memutuskan untuk kabur.
Hacking The Human Side
Keahlian Mitnick sebagai hacker tidak terbatas pada kemapuan teknis belaka. Ia merupakan pada kemampuan teknis belaka. Ia merupakan seorang yang memahami betul bahwa keamanan sistem komputer terdiri dari aspek kebijakan organisasi, sumber daya manusia, proses yang terlibat serta teknologi yang digunakan. Seandainya ia seoarang pahlawan super kemapuannya utama Mitnick adalah seoarang yang mempraktekan ilmu social engginering alias rekayasa sosial. Ini adalah sebuah teknik mendapatkan informasi penting, semisal password, dengan memanfaatkan kelemahan manusiawi.
Kemampuan Mitnick paling baik diilustrasikan dalam cerita berikut, cerita yang dikisahkan Mitnick sendiri pada sebuah forum online Slasdot.org
"Pada satu kesempatan, saya ditantang oleh seorang teman untuk mendapatkan nomor (telepon) Sprint Foncard-nya. Ia mengatakan akan membelikan makan malam jika saya bisa mendapatkan nomor itu. Saya tidak akan menolak makan enak, jadi saya berusahan dengan menghubungi Customer Service dan perpura-pura sebagai seorang dari bagian teknologi informasi. Saya tanyakan pada petugas yang menjawab apakah ia mengalami kesulitan pada sitem yang digunakan. Ia bilang tidak, saya tanyakan sistem yang digunakan untuk mengakses data pelanggan, saya berpura-pura ingin memverifikasi. Ia menyebutkan nama sistemnya."
"Setelah itu saya kembali menelepon Costumer Service dan dihubungkan dengan petugas yang berbeda. Saya bilang bahwa komputer saya rusak dan saya ingin melihat data seorang pelanggan. Ia mengatakan data itu sudah berjibun pertanyaan. Siapa nama anda? Anda kerja buat siapa? Alamat anda dimana? Yah, seperti itulah. Karena saya kurang riset, saya mengarang nama dan tempat saja. Gagal. Ia bilang akan melaporkan telepon telepon ini pada keamanan."
"Karena saya mencatat namanya, saya membawa sorang teman dan memberitahukannya tentang situasi yang terjadi. Saya meminta teman itu untuk menyamar sebagai 'penyelidik keamaman' untuk mencatat laporan dari petugas Customer Service dan berbicara dengan petugas tadi. Sebagai 'penyelidik' ia mengatakan menerima laporan adanya orang berusaha mendapatkan informasi pribadinya pelanggan. Setelah tanya jawab soal telepon tadi, 'penyelidik menyakan apa informasi yang diminta penelepon tadi. Petugas itu bilang nomor Foncard. 'penyelidik' bertanya, memang berapa nomornya? Dan petugas itu memberikan nomornya. Oops. Kasus selesai"
Kevin Mitnick Legenda Hacker part 1
Sebuah ketukan terdengar dari pintu apartemennya, Kevin Mitnick membuka pintu dan mendapati lusinan agen FBI dan penegak hukum lain sudah bersiap untuk menangkapnya. Ini adalah akhir perjalanan seorang hacker yang terpaksa buron demi menghindari hukuman penjara. Hacker yang selama masa buronannya itu telah mendapatkan status legendaris, bahkan telah tumbuh menjadi sebuah mitos yang lebih besar dari dirinya sendiri
Penangkapan yang terjadi pada 1995 itu menandai awal dari kasus penahanan yang paling kontroversial terhadap seorang pelaku kejahatan cyber. Mitnick adalah seorang penyusup pada sistem komputer menjelma sebagai America's Most Wanted Hacker.
Kecanduan Komputer
Mitnick mudah mempelajari komputer dengan nongkrong di toko radioshack atau diperpustakaan umum, keluarganya tidak cukup berduit untuk memiliki komputer sendiri. Kesukaannya pada komputer berkembang hingga ia dewasa.
Pada periode 1990-an, Mitnick mudah sekali keluar masuk sistem komputer. Namun pada akhir 1980-an ia sebenarnya ingin meninggalkan hobynya tersebut dan mulai mencari pekerjaan yang sah. Sayangnya, sebelum ia bisa melakukan itu, pada 1987 ia tertangkap karena menyusup perusahaan Santa Cruz Organization, sebuah perusahaan piranti lunak yang terutama bergerak dibidang sistem operasi Unix. Ketika itu pengacara mitnik berhasil menurunkan tuduhan kejahatan menjadi tindakan yang kurang baik, Mitnick pun hanya di ganjar 3 tahun masa percobaan.
Tidak sampai setahun Mitnick kembali tersandung kasus hukum. Gara-garanya seorang teman yang komputernya ia gunakan untuk membobol komputer lain melaporkan Mitnick yang berwajib kali itu yang dibobol Mitnick adalah milik Digital Equipment Corporation. Setiap kali membobol komputer yang dilakukan mitnik adalah mengambil code penyusun dari piranti lunak. Kode itu kemudian dia pelajari dengan sungguh-sungguh, terkadang menemukan beberapa kelemahan didalamnya. Dalam sebuah kesempatan Mitnick hanya mengaku mengambil kode penyusun dari piranti lunak yang ia sukai atau yang menarik baginya.
Dalam kasus DEC Mitnick mendapatkan masa tahanan yang lebih berat. Ketika itu pengacaranya menyebut Mitnick memiliki, 'kecanduan pada komputer yang tidak bisa dihentikan'. Ia diganjar 1 tahun penjara.
Osborne 1 Laptop pertama kali di dunia

Laptop di perkenalkan pada 1981 oleh perusahaan Osborne Computer Corporation,lalu dinyatakan sebagai komputer portable pertama dan di beri nama Osborne 1,di buat dengan kokoh dan mudah di bawa-bawa,dan mempunyai batterai pack optional jadi tidak perlu mencolokkan ke 110VAC outlet tegangan.
Walaupun kala itu sangat revolusioner,namun portable komputer ini mempunyai kelemahan,sebagai contoh hanya mempunyai layar 5" Inch dan tidak bisa menampilkan huruf lebih dari 52 karakter per baris.
Osborne 1 di design untuk mudah di bawa dan tahan banting di segala medan,untuk itulah di desain sangat kokoh dan mempunyai layar yang kecil,karena layar besar berpotensi untuk mudah rusak.
Spesifikasi Osborne 1:
- CPU Zilog Z80 @ 4Mhz
- RAM 64K
- Display 5"Inch
- Ports IEEE-488
- Modem
- Serial Ports
- Storage Dual 5 1/4 inch
- Drives 91K
Selasa, 16 September 2008
Altair 8800

Altair 8800 adalah komputer pribadi (Personal Computer) pertama di dunia pada tahun 1975. Altair berbentuk kit yang harus dirakit sendiri, dan dibuat oleh perusahaan bernama MITS dipimpin oleh Ed Roberts.
Altair dilengkapi dengan mikroprosesor Intel 8080 dan memori 256 byte. Bahasa pemrograman untuk Altair adalah BASIC yang dibuat oleh Bill Gates dan Paul Allen.
