Kamis, 20 November 2008

Film Pendek " Pagi Yang Indah"

Film dibawah dibuat sekitar akhir 2006 waktu kebagian shift 3 bulan ke jepang,dibuat cuman pake webcam merk logitech di hubungkan dengan Dell C600 notebook dan windows movie makernya win xp. Waktu itu cuman iseng-iseng aja nggak bermaksud apa-apa biar bisa menghilangkan rasa jenuh dan dingin yang menyengat kulit (3 derajat celcius mannn!!). Take nya pada pagi hari makanya judul nya "Pagi hari yang indah" (plus belum mandi,belum sikat gigi,rambut awut-awutan hee.hee..) bagi yang mau kritik tidak di perbolehkan...selamat menikmati film nya...



Background song : "Morning Has Broken " By Cat Stevens

Minggu, 02 November 2008

Gangguan Sinyal KRL


Perjalanan panjang menuju rumah ku di bojong gede menggunakan krl ekonomi kemarin malam sungguh panjang dan melelahkan,sebagai warga baru di kabupaten bogor dan sekaligus member baru krl ekonomi jakarta-bogor melihat fenomena ini sebagai semrawutnya sarana transportasi perkereta apian di indonesia. Gangguan sinyal yang sering terjadi di jalur ini mengakibatkan jadwal kereta sering terlambat bahkan sampai terjadi kelumpuhan perjalanan yang mengakibatkan pembludakan penumpang yang melebihi batas kuota setiap gerbong,belum kejadian seperti seseorang yang tersengat oleh listrik ketika mereka menaiki atap gerbong krl yang hampir dipastikan orang itu mempunyai kesempatan hidup yang 10% jika tersengat aliran listrik diatas gerbong krl yang mempunyai voltase ribuan volt. Bayangkan berapa kerugian yang harus diderita para pengguna krl ini,ketika gangguan seperti ini sering terjadi bahkan teramat sering hingga salah satu penggunna setia krl jurusan kota-depok mengatakan “ini sudah makanan kita sehari-hari” yang berarti mereka seperti sudah terbiasa akan hal ini...anda bisa membayangkan? Lalu bagaimana tanggapan PT.KAI sendiri menghadapi hal ini?apakah mereka perduli?apakah mereka pernah meminta maaf atas kejadian yang sering timbul akibat keterlambatan jadwal? Organisasi para pengguna krl seperti KRL-Mania pun telah memberikan berbagai masukan untuk memperbaiki sistim perkeretaan ini.namun PT.KAI pun sibuk dengan pekerjaan mereka sendiri. Jika menengok sistim perkereta apian di negeri Jepang (tengok tulisan saya sebelumnya-Kereta di Jepang),permasalahan seperti ini jarang sekali terjadi dan jika pun terjadi mereka telah mampu mengatasinya secepat mungkin,karena di sana jika terjadi keterlambatan maka penumpang yang terlambat ke kantor,sekolah ataupun keperluan lainnya yang mengalami kerugian akibat keterlambatan ini bisa memnuntut perusahaan perkereta apian tersebut,dan jika terbukti bersalah oleh pengadilan mereka harus membayar ganti rugi kepada para penumpang yang mengalami keterlambatan. Hampir bisa dipastikan bahwa para pengguna krl jabotabek pernah merasakan perihal gangguan sinyal ataupun keterlambatan yang tanpa alasan yang jelas asal muasal nya,namun mereka tetap setia menaiki krl ini dan rela berdesak-desakan ke tempat meraka bekerja atau saat mereka pulang karena mereka tidak mempunyai alternative transportasi yang murah dan terjangkau,dan PT KAI pun tetap setia dengan pelayanan yang seolah-olah tak ada perubahan dari jaman ke jaman.

Selasa, 28 Oktober 2008

Gagap Teknologi


Jika Anda merasa gaptek soal komputer, jangan kuatir. Bukan Anda saja yang merasa demikian. Jim Cartlon, seorang jurnalis Wall Street Journal, baru-baru ini mengumpulkan keluhan dari para konsumen komputer Amerika. Dan ternyata keluhan mereka jauh lebih “idiot” daripada yang kita kira. Berikut petikan keluhan2 konsumen yang super konyol & “super moron” itu :

  1. Compaq pernah mempertimbangkan untuk mengubah perintah “Press ANY Key” menjadi “Press ENTER Key” dikarenakan banyaknya telefon yang menanyakan letak tombol “ANY” di keyboard.
  2. AST Technical Support menerima laporan konsumen karena kesulitan menggunakan mouse. Saat Techinal Support berkunjung, mereka menemukan mouse tersebut tidak bisa digunakan… karena masih terbungkus rapi di dalam plastiknya. Penggunanya (seorang wanita) punya phobia (ketakutan) pada mouse (tikus) sehingga tidak berani mengeluarkannya dari dalam plastik.
  3. Di tahun 1980-an, ketika disket masih berukuran besar, Teknisi Compaq pernah menerima keluhan seorang konsumen yang disketnya tidak terbaca oleh drive-disk komputer. Setelah diselidiki, ternyata konsumen itu sebelumnya memasukkan disket ke dalam mesin tik dan mengetikkan label yang tertempel di disket itu.
  4. Sebuah keluhan lain dari konsumen AST yang mengatakan disket mereka terkena virus yang sulit dibersihkan. Petugas AST meminta orang itu mengirimkan kopi disket yang terinfeksi itu untuk dipelajari. Beberapa hari kemudian, petugas AST menerima foto kopi disket dari konsumen tersebut.
  5. Seorang konsumen DELL mengeluhkan kalau dia tidak dapat mengirimkan fax via komputer. Setelah diarahkan selama 40 menit lewat telepon, petugas DELL menemukan kalau konsumen itu mencoba mengefax via komputer dengan cara menempelkan kertas yang akan di fax di depan monitor.
  6. Seorang konsumen DELL lain mengeluh karena keyboard yang digunakannya sudah tidak bisa berfungsi sejak dibersihkan. Ketika ditanya caranya membersihkan keyboard, dia menjelaskan, “Saya mencuci dan menggosok semua bagian keyboard dengan sabun, lalu membilasnya dengan air, dan menjemurnya. ”
  7. Seorang konsumen DELL marah besar karena tidak bisa menyalakan komputer yang baru dibelinya. “Semua sudah terpasang dengan baik. Tapi setiap kali saya tekan pedal kaki , tidak terjadi apa-apa.” Setelah diselidiki ternyata “pedal kaki” yang dimaksud orang itu adalah : mouse.
  8. Seorang lagi konsumen DELL marah besar karena komputer barunya tidak nyala. Dia menjelaskan semua sudah terpasang dengan benar, dan ketika dia menunggu selama 20 menit, tidak terjadi apa-apa pada komputernya. Ketika teknisi DELL menanyakan apakah “power switch” sudah dinyalakan, dia balik bertanya, “Power switch apa?”
  9. Berikut adalah tanya-jawab antara petugas Novell NetWire dengan seorang konsumen :
    Penelepon : Hallo, dengan Tech Support?
    Novell : Ya, bisa dibantu?
    Penelepon : Tatakan gelas di PC saya patah. Apa mungkin saya bisa menggantinya?
    Novell : Tatakan gelas ? Apakah itu hadiah saat Anda membeli komputer?
    Penelepon : Tidak. Tatakan gelas ini sudah ada di komputer saya. Dan ketika saya meletakkan gelas saya di atasnya, tatakan itu patah. Yang saya ketahui, di bagian depan tatakan itu ada tulisan “CD-ROM, 16X”.
    (Saat itu juga, petugas Novell langsung mematikan telepon dan tertawa terpingkal-pingkal…)

Jumat, 10 Oktober 2008

Rumah Baruku

Alhamdulillah...setelah hunting selama 4 bulan hari senin tepatnya tanggal 5 Oktober 2008,kami se keluarga moving out ke rumah baru kita di Perumahan Bojong Depok Baru 2 di daerah Bojong Gede Cibinong Jawa Barat. Kami sekeluarga pindah sehabis Idul Fitri 1429 H. Rumah ini kita beli second hand secara kredit selama 5 tahun bertipe 34/72 m2 (mau nya beli cash..tp apa boleh buat ya bugdet nya tak memungkinkan he..he..). Suasana dan udara di daerah ini cukup segar..dengan view pemandangan gunung salak yang menyegarkan mata,mengingat daerah ini cukup dekat dengan bogor maka kebagian juga curah hujan yang cukup sering di tempat ini.
Selain itu perumahan ini dekat dengan stasiun Bojong Gede kurang lebih 10 menit jika menaiki angkot no 31,dekat dengan Pemda Bogor di Cibinong,Pasar Tradisional Keradenan,dan sungai ciliwung yang terbentang membelah Perumahan di daerah Bojong Gede (bagi yang belum pernah nyemplung tersedia kok disini..asyikk..).
Jika anda pernah berkunjung ke daerah ini,beberapa tempat rekreasi tersedia disini beberapa di antara nya adalah Situ (danau).Akses ke daerah ini pun mudah apalagi dengan rencana tol JORR yang membelah dari depok-citayam-bojong gede dipastikan derah ini akan berkembang pesat menyusul kota depok yang terlebih dahulu berkembang.Bagi yang lagi hunting rumah mungkin daerah ini patut di survey.
Mudah-mudahan rumah kami menjadi rumah yang penuh berkah dan menjadi tempat bernaung yang hangat bagi kami sekeluarga....Insya Allah

Minggu, 21 September 2008

Kereta Di Jepang

Seperti yang kita ketahui bahwa alat transportasi utama di Jepang adalah kereta listrik. Sebegitu lekatnya kereta listrik dengan kegiatan di Jepang, hampir segalanya berpatokan dari stasiun, misalnya mall dan pusat perbelanjaan dibangun di dekat stasiun bahkan tak jarang bangunan tersebut satu atap/satu lokasi dengan stasitun (stasiunnya di di dalam mall), lokasi lebih diingat dengan nama stasiun terdekat, mewarnai pemberian nama pada toko atau tempat terkenal lain dan masih banyak lagi.

Suasana di stasiun

Pemandangan stasiun

Mula2 dari datang ke stasiun dulu, biasanya akan terlihat pemandangan seperti di atas. Kesan pertama..stasiun terlihat bersih dan luas ,namun ramai lalu lalang orang yang berkegiatan di dalamnya. Jarang sekali ada stasiun yang sepi. Di awali dengan pintu masuk biasanya berupa tangga biasa, eskalator atau lift. Penjual /pedagang biasanya di kios-kios. Tak ada pula orang yang sengaja duduk-duduk konkow2 atau tidur di sembarang tempat. Di beberapa tempat tampak rak-rak iklan tempat rekreasi, resto, atau mesin penjual minuman swalayan, toilet umum gratis (terdiri dari toilet laki-laki, wanita, tempat mengganti popok bayi dan atau tempat memberi ASI/ susu botol untuk bayi ), temapat duduk tunggu penumpang/ruang tunggu khusus penumpang (ber AC yang disesuaikan dengan musim saat itu)

Keadaan di dalam keretanya pun tampak bersih. Kursi penumpang berada di kanan kiri (ada yang permanen, ada yang bisa dilipat jika pada jamsibuk padat penumpang kursi bosa dilipat) , tempat pegangan bagi yang berdiri, tempat duduk prioritas bagi orang tua, wanita hamil, dan kondisi khusus (sakit jantung dsb), layar monitor kecil , dan lain-lain.

Kereta berjalan sesuai jadwal yang sudah ada. Dalam keadaan normal, keterlambatan sangat jarang terjadi (kalau pun telat paling tidak lebih 7 menit). Saat kereta berhenti, pintu kereta akan tepat di tempat yang telah di tentukan . Di situ pulalah calon penumpang akan berbaris rapi/teratur. Begitu pintu terbuka, calon penumpang akan bergeser untuk memberikan penumpang dari dalam kereta untuk turun, baru kemudian mereka akan masuk.

CARA NAIK KERETA JEPANG

Adapun cara naik kereta di Jepang :

Pertama tama yaitu membeli karcis kereta ke mesin penjual karcis, seperti yang nampak di sebelah kanan, atau kalau dilihat lebih dekat lagi seperti yang di bawah ini.

Kalau bingung cari2 tempat mesin penjual karcis, biasanya dibagian atas ada peta jalur keretanya sekaligus tarifnya. Kalau sudah ketemu bisa masuk ke cara membeli karcis. Sebelum beli karcis, musti tahu dulu berapa harga karcis yang akan dibeli. Untuk diketahui dulu, sistem tarifnya dihitung berdasarkan stasiun keberangkatan dan stasiun tujuan, bukan dari berapa kali kita naik kereta berapa kali atau kereta biasa apa ekspres, kecuali kereta2 super ekspres semacam shinkansen. Langsung pakai contoh kasus saja.

Misalnya berangkat dari Hiyoshi mau ke Shibuya. Cukup dilihat angka yang tertera di atas stasiun tujuan, itulah harga karcis yang musti dibeli. Kalau sudah tahu harga karcis yang akan dibeli, bisa langsung menuju mesin penjual karcis.

Prosedurnya sederhana saja, masukkan uang ke mesin, sentuh harga karcis yang ingin dibeli di layar sentuh, ambil karcis dan uang kembalian kalau ada, selesai. Kalau ada masalah /kesulitan bisa pencet tombol merah untuk memanggi petugas. Kalau sudah dapat karcisnya kita bisa langsung menuju ke gerbang karcis untuk masuk peron.

Untuk masuk ke peron, masukkan karcis ke gerbang karcis, kemudian gerbangnya akan terbuka dan karcis muncul lagi di ujung gerbang. Ambil lagi karcisnya dan simpan baik2 jangan sampai hilang karena akan digunakan untuk keluar peron di stasiun tujuan. Bila ada masalah, gerbangnya tidak mau buka, ambil lagi karcisnya, pertama2 dicoba keluar dan masuk lagi seperti kalau ada masalah di jendelas, kalau tidak memecahkan masalah hubungi petugas yang biasanya ada di ruangan kaca dekat gerbang karcis.

Saat keluar peron di stasiun tujuan, lakukan prosedur yang sama seperti saat masuk peron, hanya saja kalai ini karcisnya tidak akan keluar lagi di ujung gerbang karcis supaya tidak nyampah. Kalau ada apa2, gerbangnya tidak terbuka, karcis akan keluar lagi dan lakukan prosedur kalau ada masalah seperti saat masuk peron.

Bagaimana jika karrcis yang telah dibeli tidak sesuai/kurang jumlahnya?

Anda dapat meng-update nya di mesin fire-adjustment sehingga jumlah yang kurang dapat diketahui. Atau kalau bingung ya…hubungo petugas saja . he..he…

Kalau sudah menguasai tutorial ini, anda bisa mengunjungi hampir seluruh jepang selama punya uang untuk beli karcis. Semoga bermanfaat

oleh rumahkusorgaku.wordpress.com

Sumber

http://kh1m.wordpress.com/2008/02/14/tutorial-naik-kereta-jepang/

Bacaan terkait:

http://blog.ervianto.com/2007/12/seishun-18-kippu.html

http://prasasti0723.ameblo.jp/prasasti0723/entry-10001348162.html

Jumat, 19 September 2008

Hubungan Keluarga Di Jepang 2


Apa latar belakang, penyebab terjadi hubungan keluarga yang longgar seperti di Jepang ,serta dampak positip dan negatip dari hubungan keluarga yang demikian, saya jelaskan antara lain sebagai berikut:

Penyebab Hubungan Keluarga yang Longgar di Jepang antara lain :

1. berubahnya Negara jepang dari Negara pertanian di jaman meiji menjadi Negara industri pada jaman sekarang menyebabkan banyak orang kampung yang merantau dan bekerja ke kota kota besar seperti Tokyo, Nagoya , Osaka dll. Mereka hanya pulang dua kali dalam setahun yaitu liburan tahun baru (oshogatsu正月) dan liburan musim panas (obon お盆) sehingga komunikasi antar keluarga sangat terbatas.

2. semakin banyaknya pasangan yang bekerja bersama sama antara suami dan istri (tomobataraki 共働き) dan mereka pulang rata rata diatas jam 21.00 malam karena kesibukan kerja masing masing sehingga tidak ada waktu untuk mengurus rumah dan bercengkrama bersama keluarga, sementara anak anak hidup di penitipan anak bagi balita atau sibuk belajar dari mulai sekolah resmi sampai bimbingan belajar hingga malam, sehingga kebersamaan di rumah sangat kurang.

3. para suami atau kaum laki laki di Jepang pada umumnya tidak mau mengurusi urusan rumah tangga yang sepenuhya diserahkan kepada istri , sampai sampai banyak suami yang tidak pernah membantu masak atau mencuci piring dirumahnya. Terutama kaum lelaki yang berasal dari kyuushu terkenal dengan istilah teishukampaku 亭主関白 dimana para suami hanya ingin dilayani oleh para istri tampa pernah membantu pekerjaan rumah tangga. Tetapi pada saat ini banyak kaum lelaki muda jepang juga yang mau mengurusi anak dan membantu pekerjaan rumah tangga.

Dampak positip dari hubungan keluarga yang longgar seperti di Jepang , bisa dilihat dari kemajuan Negara Jepang saat ini, karena para suami rela bekerja sampai larut malam dan menomor duakan keluarga . Negara jepang menjadi maju di segala bidang terutama bidang ekonomi dan tehnologi . banyak orang jepang yang bekerja tampa mengenai siang dan malam sebelum tercapai sesuatu hasil yang menggembirakan urusan keluarga seolah-olah dilupakan.

Dampak negatipnya dari hubungan keluarga yang longgar seperti di jepang ini antara lain :

1. banyak terjadi kekerasan dalam rumah tangga, sehingga banyak anak anak yang keluar dari rumah dan hidup diluaran tampa pengawasan dan bebas dalam kehidupanya termasuk dan kebebasan kehidupan seksnya. Orang tua seakan tidak peduli dan menyerahkan pengawasan anak kepada orang lain, polisi dan lain sebagianya apabila sianak sudah lulus SMU keatas, hal ini sangat berbeda dengan anak anak sesusia mereka di Indonesia yang masih dibawah pengawasan orang tua meskipun kecenderungan sekarang semakin banyak anak yang hidup tampa pengawasan keluarga juga.

2.semakin berkurangnya jumlah anak anak di Jepang saat ini karena banyak kaum wanita jepang yang tidak mau melahirkan anak dan cenderung malas untuk menikah sehingga banyak orang jepang yang telah nikah penyebabnya bisa dilihat di tulisan saya sebelumnya yang berjudul susahnya menikah orang Jepang bankon 晩婚

3.banyak para orang tua lanjut usia yang ditinggalkan anak anaknya sehingga mereka

hidup diasrama asrama orang tua dan hidup dalam kesendirian dan kesepian , kerna anak anak mereka tidak mau mengurusnya.

 4. setiap tahun semakin bertambah jumlah pasangan yang cerai diusia lanjut 熟年離婚

sumber : http://ndef.multiply.com

Hubungan Keluarga Di Jepang 1


Saya sering bertanya kepada beberapa orang Jepang baik laki laki maupun wanita yang sudah dewasa tentunya , tentang manakah yang yang lebih penting apakah pekerjaan/penelitian/karier dengan keluarga ? Rata rata mereka menjawab yang menjadi nomor satu atau yang terpenting adalah pekerjaan setelah itu baru keluarga. Memang setelah hampir tahun ke 7, saya tinggal di Jepang banyak sekali contoh dalam kehidupan orang jepang yang lebih mementingkan pekerjaan di banding dengan keluarga.

Saya tuliskan beberapa contoh berikut ini:

Dalam pemerintahan Jepang termasuk dalam Kabinet pemerintahan perdana mentri Abe yang sekarang maupun sebelumnya, hampir tidak terlihat ibu negara atau para istri pendamping para mentri yang menyertai para suami dalam kegiatan resmi kenegaraan ataupun acara santai seperti halnya para pejabat Indonesia yang hampir selalu menyertakan istri sebagai pendamping baik dalam acara resmi apalagi dalam acara santai seperti pesta ,dan kunjungan kerja ke luar negeri atau kedaerah para istri sering menyertai bapak pejabat. Di jepang hal seperti ini sepertinya tabu atau paling anti para suami membawa keluarga dalam acara santai seperti pesta atau kunjungan kerja apalagi dalam acara resmi , para pejabat Jepang tidak pernah didampingi oleh para istri dan keluarganya. Hal ini pun nampak juga dalan masyarakat jepang dimana para suami tidak pernah di dampingi atau membawa istri ke kantor / perusahaan atau dalam acara resmi yang berhubungan dengan pekerjaan. Inilah salah satu bukti bahwa peranan keluarga dalam hal ini istri dan anak , di nomor duakan oleh kaum lelaki atau para suami di Jepang.

Salah seorang teman jepang yang sudah sering ke Indonesia mengatakan bahwa salah satu penyebab banyaknya KKN dinegara negara Asian termasuk Indonesia adalah karena kebiasaan para pejabat negara negara Asian yang selalu membawa keluarga dalam pekerjaan, campur tangan serta pengaruh keluarga di Indonesia sangat kuat, dia memberi contoh pemerintahan Soekarno dan Soeharto di Indonesia atau Pemerintahan Marcos di Phiilipina yang mana presiden selalu di sertai ibu Negara dalam kegiatan pemerintahannya .

Contoh yang lain adalah pada saat mengungkap alasan tidak masuk kerja, orang jepang tidak pernah menggunakan kepentingan keluarga dijadikan alasan untuk mendapat izin tidak masuk kerja atau sekolah seperti anak atau istri sakit, ada keluarga yang meninggal atau lain sebagainya, bahkan ketika sedang bekerja dia di minta pulang karena ada keluarga yang sakit mendadak atau mau meninggalpun sepertinya orang jepang agak susah meminta izin keluar kantor kepada atasannya.

Hal ini berbeda dengan orang Indonesia yang sering memakai kepentingan keluarga untuk meminta izin absent dari pekerjaaan atau sekolah, disamping situasi masyarakat di Indonesia yang memang mempunyai rasa kekeluargaan yang kuat.

Dari pihak istripun ternyata banyak wanita atau para istri jepang yang tidak mau atau tidak suka mencampuri urusan suami dalam pekerjaannya bahkan seperti nya takut menaggangu pekerjaan atau karier suami , sebagai contoh misalnya pada saat suami pulang lebih awal dari biasanya , ( rata rata orang jepang bekerja mulai jam 08.00 sampai jam 18.00 dan mereka biasa pulang diatas pukul 21,00 karena ada kebiasaan minum minum atau bergaul dengan teman sekantor ) si istri akan merasa aneh bahkan khawatir dengan kedatangan suami lebih awal di rumah apakah si suami ada masalah di kantor atau si suami tidak bisa bergaul dengan teman teman sekantornya dan lain sebagainya. Disamping para istri Jepang merasa kerepotan dengan kehadiran suami dirumah maka istri harus menyediakan/ memasak secepatnya dan melayani suami lebih cepat dari biasanya, ini terlihat dari kesan atau penerimaan kurang baik istri dari pasangan suami istri bekerja tomobataraki 共働き. Sebaliknya para istri di Indonesia akan sangat senang dan gembira sekali apabila suami lebih cepat pulang, karena disamping bisa membantu pekerjaan rumah seperti masak atau menjaga anak anak juga para istri di Indonesia akan merasa aman dan tentram dengan kehadiran suami di malam hari.

Dari contoh contoh diatas dapat diambil kesimpulan bahwa peranan keluarga atau hubungan keluarga di Jepang tidak seerat hubungan keluarga di Indonesia, Keluarga bagi orang Jepang adalah nomor dua setelah pekerjaan, sedangkan di Indonesia keluarga adalah yang terpenting dibanding pekerjaan.